PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Keanekaragaman hayati
adalah perbedaan diantara makhluk hidup yang berbeda jenis, spesiesnya, dan
perbedaan ekosistemnya. Bagaimana keanekaragaman hayati terjadi ? keanekaragaman
hayatiterjadi karena adanya perbedaan sifat, seperti ukuran, bentuk, warna,
fungsi organ, tempat hidup (ekosistem) dan lain – lain.
Keanekaragaman
hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup.
Keanekaragaman dapat terjadi akibat proses evolusi dan adaptasi. Evolusi adalah
perubahan yang terjadi dalam waktu lama yang akan membentuk makhluk hidup yang
berbeda dengan asalnya sehingga akan menimbulkan spesies baru. Sedangkan
adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap linkungan yang
berbeda akan menghasilkan makhluk hidup yang berbeda pula. Misalnya burug
galatik yang hidup di kepulauan Galapagos, pada mulanya burung galatik berasal
dari tempat yang sama di amerika selatan. Oleh karena hidupnya berpindah-pindah
dan menghuni tempat yang berbeda, lama kelamaan paruh burung galatik mengalami
perubahan sesuai dengan kondisi lingkungan baru.
B.
PERUMUSAN MASALAH
- Dampak kegiantan manusia terhadap keanekaragaman hayati.
- Upaya pelestarian
- Manfaat dari pengembangan terhadap keanekaragaman hayati
C. MANFAAT
PENULISAN
- Mengetahui macam-macam keanekaragaman hayati
- Mengenal tingkat keanekaragaman hayati
- Mengenal keanekaragaman hayati di indonesia
- Manfaat dari pengembangan terhadap keanekaragaman hayati
- Dan cara pelestariann
BAB II
PEMBAHASAN
A. KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
Tahukah Anda, bahwa Indonesia
merupakan salah satu dari tiga Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang
tinggi? Dua negara lainnya adalah Brazil dan Zaire. Tetapi dibandingkan dengan
Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah
disamping memiliki keanekragaman hayati yang tinggi, Indonesia mempunyai areal
tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya.
Selain itu di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta hewan
dan tumbuhan endemik (penyebaran terbatas).
Untuk lebih memahami materi
tersebut, silakan Anda simak uraian mengenai keaneragaman hayati yang terdapat
di Indonesia berikut ini!
Indonesia terletak di daerah
tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan
daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Tingginya
keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem
yang ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau,
ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar,
ekosistem air laut, ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem
ini memiliki keaneragaman hayati tersendiri.
Tumbuhan (flora) di Indonesia
merupakan bagian dari geografi tumbuhan Indo-Malaya. Flora Indo-Malaya meliputi
tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan
Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut
sebagai kelompok flora Malesiana.
Hutan di daerah flora
Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species tumbuhan tinggi, didominasi
oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan
biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk
kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing (
Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus), dan
Kayu kapur (Drybalanops aromatica).
Hutan di Indonesia merupakan
bioma hutan hujan tropis atau hutan basah, dicirikan dengan kanopi yang rapat
dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat), seperti rotan. Tumbuhan
khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus), Mangga (Mangifera indica), dan
Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan
Sulawesi.
Sebagai negara yang memiliki
flora Malesiana apakah di Malaysia dan Filipina juga memiliki jenis tumbuhan
seperti yang dimiliki oleh Indonesia? Ya, di Malaysia dan Filipina juga
terdapat tumbuhan durian, mangga, dan sukun. Di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa
terdapat tumbuhan endemik Rafflesia. Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang
tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar, yaitu Tetrastigma.
Bagaimana dengan wilayah
Indonesia bagian timur? Apakah jenis tumbuhannya sama? Indonesia bagian timur,
tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua)
terdapat hutan non?Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang,
diantaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata). Pohon matoa
merupakan tumbuhan endemik di Irian.
Selanjutnya, mari kita lihat
hewan (fauna) di Indonesia. Hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe Oriental
(Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta
peralihan. Hewan-hewan di bagian Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi
Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
|
Banyak species mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng,
harimau, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak
ada.
|
2.
|
Terdapat berbagai macam kera, misalnya: bekantan, tarsius, orang utan.
|
3.
|
Terdapat hewan endemik, seperti: badak bercula satu, binturong (Aretictis
binturang), monyet (Presbytis thomari), tarsius (Tarsius bancanus), kukang
(Nyeticebus coucang).
|
4.
|
Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, tetapi dapat
berkicau. Burung-burung yang endemik, misalnya: jalak bali (Leucopsar
nothschili), elang jawa, murai mengkilat (Myophoneus melurunus), elang putih
(Mycrohyerax latifrons).
|
Sekarang mari kita lanjutkan
dengan hewan-hewan yang terdapat di Kawasan Indonesia Timur. Jenis-jenis hewan
di Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara,
relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri hewannya adalah:
1.
|
Mamalia berukuran kecil
|
2.
|
Banyak hewan berkantung
|
3.
|
Tidak terdapat species kera
|
4.
|
Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam
|
Irian Jaya (Papua) memiliki
hewan mamalia berkantung, misalnya: kanguru (Dendrolagus ursinus), kuskus
(Spiloeus maculatus). Papua juga memiliki kolek si burung terbanyak, dan yang
paling terkenal adalah burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara,
terutama di pulau Komodo, terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus
komodoensis).
Sedangkan daerah peralihan
meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai
kepulauan Maluku, jenis hewannya antara lain tarsius (Tarsius bancanus), maleo
(Macrocephalon maleo), anoa, dan babi rusa (Babyrousa babyrussa).
Adapun manfaat keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut:
Manfaat
dari pengembangan keanekaragaman hayati antara lain :
Manfaat dalam Ekonomi
Jenis hewan (fauna) dan tumbuhan
(flora) dapat diperbarui dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Beberapa jenis
kayu memiliki manfaat bagi kepentingan masyarakat Indonesia maupun untuk
kepentingan ekspor, misalnya saja kayu jati jika di ekspor akan menghasilkan
devisa bagi negara. Beberapa tumbuhan juga dapat dijadikan sebagai sumber
makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin serta ada tumbuhan yang
dapat dimanfaatkan sebagai obat-oabatan dan kosmetika. Sumber daya yang berasal
dari hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan untuk kegiatan
industri. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan yang dapat dijadikan
sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Laut, sungai, dan tambak merupakan
sumber-sumber perikanan yang berpotensi ekonomi. Beberapa jenis diantaranya
dikenal sebagai sumber bahan makanan yang mengandung protein.
Manfaat dalam Ekologi
Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem
yang sangat penting, misalnya hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki
nilai ekologis atau nilai lingkungan yang penting bagi bumi, antara lain: a.
Merupakan paru-paru bumi Kegiatan fotosintesis hutan hujan tropis dapat
menurunkan kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer, yang berarti dapat
mengurangi pencemaran udara dan dapat mencegah efek rumah kaca. b. Dapat
menjaga kestabilan iklim global, yaitu mempertahankan suhu dan ke lembaban
udara. Selain berfungsi untuk menunjuang kehidupan manusia, keanekaragaman
hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem.
Masing-masing jenis organisme memiliki peranan dalam ekosistemnya. Peranan ini
tidak dapat digantikan oleh jenis yang lain. Sebagai contoh, burung hantu dan
ular di ekosistem sawah merupakan pemakan tikus. Jika kedua pemangsa ini
dilenyapkan oleh manusia, maka tidak ada yang mengontrol populasi tikus.
Akibatnya perkembangbiakan tikus meningkat cepat dan di mana-mana terjadi hama
tikus.
Manfaat dalam Farmasi
Manusia telah lama menggunakan sumber daya hayati
untuk kepentingan medis. Selain pengobatan tradisional, pengobatan
moderenpun sangat tergantung pada keragaman hayati terutama tumbuhan dan
mikroba. Sumber daya dari tanaman liar, hewan dan mikroorganisme juga sangat
penting dalam pencarian bahan-bahan aktif bidang kesehatan. Banyak
obat-obatan yang digunakan saat ini berasal dari tanaman; beberapa
antibiotik, berasal dari mikroorganisme, dan struktur kimia baru ditemukan
setiap saat.
Manfaat dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi
Kekayaan aneka flora dan fauna sudah sejak lama
dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak
jenis hewan dan tumbuhan yang belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya.
Dengan demikian keadaan ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana
pengembangan pengetahuan dan penelitian bagi berbagai bidang pengetahuan.
Misalnya penelitian mengenai sumber makanan dan obat-obatan yang berasal dari
tumbuhan. Keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan
ilmu yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Masih banyak yang bisa
dipelajari tentang bagaimana memanfaatkan sumber daya hayati secara lebih baik,
bagaimana menjaga dasar genetik dari sumber daya hayati yang terpakai, dan
bagaimana untuk merehabilitasi ekosistem yang terdegradasi. Daerah alami
menyediakan laboratorium yang baik sekali untuk studi seperti ini, sebagai
perbandingan terhadap daerah lain dengan penggunaan sistem yang berbeda, dan
untuk penelitian yang berharga mengenai ekologi dan evolusi. Habitat yang
tidak dialih fungsikan seringkali penting untuk beberapa pendekatan tertentu,
menyediakan kontrol yang diakibatkan oleh perubahan mengenai sistem peNGelolaan
yang berbeda dapat diukur dan dilakukan
Di negara kita Indonesia, keanekaragaman hayati
merupakan sumber daya yang penting bagi pembangunan nasional. Sejumlah besar
sektor perekonomian nasional tergantung secara langsung ataupun tak langsung
dengan keanekaragaman flora-fauna, ekosistem alami dan fungsi-fungsi lingkungan
yang dihasilkannya. Keanekaragaman hayati ini juga merupakan anugerah terbesar
bagi masyarakat Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu Negara yang
memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Manfaat yang dapat diperoleh
dari besarnya keanekaragaman hayati bagi masyarakat kita antara lain adalah (1)
Merupakan sumber kehidupan, penghidupan dan kelangsungan hidup bagi umat
manusia, karena potensial sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan
serta kebutuhan hidup yang lain (2) Merupakan sumber ilmu pengetahuan dan
tehnologi (3) Mengembangkan sosial budaya umat manusia. Pemanfaatan
keanekaragaman hayati bagi masyarakat ini harus dilakukan secara berkelanjutan
yaitu manfaat yang tidak hanya untuk generasi sekarang tetapi juga untuk
generasi yang akan dating. Oleh karena itu, mari kita lestarikan keanekaragaman
hayati yang ada di sekitar kita agar dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan
datang.
BAB III
A .
KESIMPULAN
Keanekaragaman
hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity)
adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang
secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi,yaitu mencakup gen,
spesies tumbuhan, hewan,
dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini
merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk
kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu.
Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem
biologis.
Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di
bumi; wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati
yang lebih kaya, dan jumlah keanekaragaman hayati terus menurun jika semakin
jauh dari ekuator.
Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari
miliaran tahun proses evolusi. Asal muasal
kehidupan belum diketahui secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta
tahun yang lalu, kehidupan di bumi hanya berupa archaea, bakteri, protozoa, dan organisme
uniseluler lainnya sebelum organisme multiseluler muncul dan menyebabkan
ledakan keanekaragaman hayati yang begitu cepat, namun secara periodik dan
eventual juga terjadi kepunahan secara besar-besaran akibat aktivitas bumi, iklim,
dan luar angkasa.
Jenis
keanekaragaman hayati
- Keanekaragaman genetik (genetic diversity); Jumlah total informasi genetik yang
terkandung di dalam individu tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang
mendiami bumi.
- Pengertiannya keanekaragaman gen adalah faktor pengatur
sifat yang terdapat dalam sel makhluk hidup.gen diwariskan orang tua
(induk) pada keturunannya.
- Keanekaragaman jenis(spesies) (species diversity); Keaneraragaman organisme hidup di
bumi (diperkirakan berjumlah 5 - 50 juta), hanya 1,4 juta yang baru
dipelajari.
- Pengertian keanekaragaman jenis(spesies) adalah
Keanekaragaman hayati yang dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam
jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan
mikroba.
- Keanekaragaman ekosistem (ecosystem diversity); Keanekaragaman habitat, komunitas
biotik dan proses ekologi di biosfer atau dunia laut.
- Pengertian keanekaragaman ekosistem adalah Keanekaragaman
tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dari ekosistem di
biosfir.
Ketiga macam keanekaragaman tersebut tidak dapat dipisahkan
satu dengan yang lain. Ketiganya dipandang sebagai suatu keseluruhan atau
totalitas yaitu sebagai keanekaragaman hayati.
B. SARAN - SARAN
Didalam
kehidupan didunia ini terdapat berbagai jenis keanekaragaman hayati, yaitu
terdiri dari manusia, hewan, dan tumbuhan yang beranekaragam. adapun beberapa
usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan melestarikan keanekaragaman
hayati tersebut seperti penghijauan(reboisasi), pemuliaan, pelestarian in situ
maupun ex situ serta penegakan hukum dan kebijakan nasional dan internasional.
Penghijauan (reboisasi)
Reboisasi atau penghijuan dapat menigkatkan keanekaragaman hayati
dengan cara menanam pohon-pohon baru di lingkungan yang kritis. Tindakan
reboisasi ini tentunya harus diikuti perawatan tanaman supaya tujuan
penghijauan dapat tercapai. Pemuliaan
Pemuliaan adalah usaha membuat varietas unggul dengan cara
melakukan perkawinan silang. Usaha pemuliaan akan menghasilkan varian baru.
Oleh sebab itu, pemuliaan hewan dan tumbuhan dapat meningkatkan keanekaragaman
gen.
Pelestarian
in situ
Pelestarian insitu adalah pelestarian didalam habitan aslinya,
misalnya mendirikan cagar aalm ujung kulon dan taman nasional komodo.
Pelestarian
ex situ
Adalah pelesstarian diluar habitat aslinya , misalnya
penangkaran hewan didalam kebun binatang contohnya taman ragunan dan taman
safari bogor
Penegakan hukum
Adapun penegakan hukum dan
kebijakan nasional dan internasional ini sebenarnya tergantung kepada
masing-masing wilayah.
DAFTAR PUSTAKA
SUMBER :
http://www.scribd.com/doc/17734355/23/A-Manfaat-Keanekaragaman-Hayati
http://id.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_hayati
biologilover.files.wordpress.com/2008/.../keanekaragaman-hayati2.d.
http://www.pintugerbang.net/id/mod/book/view.php?id=55&chapterid=11
http://bang-fajar.blogspot.com/2011/01/dampak-kegiatan-manusia-terhadap.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_hayati
Post a Comment